header 1a new

 

 

Ditulis oleh Redaksi Utama on . Dilihat: 3095 kali

PENGUATAN KESIAPSIAGAAN BELA NEGARA BAGI APARATUR SIPIL NEGARA: (Pilar Ketahanan Nasional)

Oleh: Hervianis Virdya Jaya, S.H. A.

A. Latar Belakang Masalah

Aparatur Sipil Negara (ASN) memliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik. Namun, peran tersebut tidak hanya terbatas pada pekerjaan administratif, melainkan juga berkaitan dengan tanggung jawab moral dan ideologis, termasuk dalam hal kesiapsiagaan bela negara. Dalam konteks ketahanan nasional, ASN menjadi garda terdepan dalam memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap terjaga, terutama di tengah arus globalisasi, transformasi teknologi, serta dinamika sosial politik yang semakin kompleks.

Kesiapsiagaan bela negara diarahkan untuk menangkal faham-faham, ideologi, dan budaya yang bertentangan dengan nilai kepribadian bangsa Indonesia yang merupakan kesiapsiagaan yang terintegrasi guna menghadapi situasi kontijensi dan eskalasi ancaman sebagai dampak dari dinamika perkembangan lingkungan strategis yang juga mempengaruhi kondisi dalam negeri yang dipicu oleh faktor ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Semakin berkembangnya zaman, proses globalisasi telah mengakibatkan munculnya fenomena baru yang dapat berdampak positif yang harus dihadapi bangsa Indonesia, seperti demokratisasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, tuntutan supremasi hukum, transparansi, dan akuntabilitas. Fenomena tersebut juga membawa dampak negatif yang merugikan bangsa dan negara yang pada gilirannya dapat menimbulkan ancaman terhadap kepentingan nasional. Sehingga yang menjadi permasalahan dalam hal ini antara lain:

  1. Kurangnya Pemahaman Bela Negara Sebagian ASN belum memiliki pemahaman yang utuh mengenai konsep bela negara yang tidak selalu identik dengan aktivitas militer, tetapi mencakup kesadaran ideologi, cinta tanah air, dan kontribusi sesuai peran profesinya.
  2.  Rendahnya Internalisasi Nilai Pancasila Meskipun Pancasila menjadi dasar negara, implementasinya dalam perilaku ASN terkadang belum maksimal, seperti masih adanya fenomena praktik birokrasi yang tidak transparan ataupun yang kurangnya beriorientasi pada kepentingan publik.
  3.  Ancaman Non-Militer Tantangan era digital seperti hoaks, radikalisme serta pengaruh budaya asing yang sangat mempengaruhi nilai-nilai kebangsaan serta integritas ASN sebagai pelayanan masyarakat.

B. Pembahasan dan Upaya Penanganan

Pembangunan Karakter Bangsa diselenggarakan salah satunya melalui pembinaan kesadaran bela negara bagi setiap warga negara Indonesia dalam rangka penguatan jati diri bangsa yang berdasarkan kepribadian dan berkebudayaan berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI 1945. Komitmen dan kepatuhan seluruh warga negara dalam membangun kekuatan bangsa dengan segenap pranata, prinsip dan kondisi yang diyakini kebenarannya serta digunakan sebagai instrumen pengatur kehidupan moral, identitas, karakter serta jatidiri bangsa yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI 1945 merupakan modali dasar yang mampu mendinamisasikan pembangunan nasional di segala bidang. Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai peran dan profesi warga negara, demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman yang pada hakikatnya mendasari proses nation and character building.

Proses nation and character building tersebut didasari oleh sejarah perjuangan bangsa, sadar akan ancaman bahaya nasional yang tinggi serta memiliki semangat cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai idiologi negara, kerelaan berkorban demi bangsa dan Negara.

Kesiapsiagaan Bela Negara merupakan kondisi Warga Negara yang secara fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan dan jasmani yang prima serta secara kondisi psikis yang memiliki kecerdasan intelektual, dan spiritual yang baik, senantiasa memelihara jiwa dan raganya memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji, merupakan sikap mental dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Dengan demikian upaya penanganan permasalahan di atas antara lain:

  1. Penguatan pendidikan dan pelatihan bela negara Menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan mengenai wawasan kebangsaan, Pancasila, serta etika pelayanan publik bagi ASN, baik melalui diklat maupun e-learning.
  2. Integrasi nilai pancasila dalam budaya kerja Menanamkan nilai keadilan, persatuan, dan gotong royong dalam setiap program kerja ASN, seperti pelayanan publik yang adil, inklusi, dan akuntabel.
  3. Pemanfaatan teknologi digital yang positif ASN perlu memanfaatkan teknologi untuk memperkuat literasi digital menagkal hoaks, serta menyebarluaskan konten positif tentang kebangsaan dan bela negara.
  4. Pemberdayaan ASN sebagai teladan ASN harus menjadi role model penerapan nilai Pancasila di tengah masyarakat, baik dalam sikap profesional, netralitas politik, maupun pelayanan yang berpihak kepada kepentingan bangsa dan negara.

C. Kesimpulan

Penguatan kesiapsiagaan bela negara bagi ASN bukan sekadar kewajiban formal, tetapi menjadi kebutuhan mendasar demi menjaga ketahanan nasional. Dengan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam perilaku dan budaya kerja, ASN dapat menjadi pilar utama yang menjaga stabilitas, persatuan, serta keutuhan bangsa di era yang penuh tantangan.

Download artikel di sini.

Hubungi Kami

PENGADILAN AGAMA GUNUNG SUGIH

Jalan Negara No. 99 Gunung Sugih 34161

Lampung Tengah,  Lampung.

Telepon  :  0725 - 528885

Faksmile :  0725 - 527492

Email     :  Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.